Mekanisme Pengeluaran Asi Pada Ibu

Mekanisme Pengeluaran Asi Pada Ibu

Mekanisme Pengeluaran Asi Pada Ibu

Pernahkah anda berpikir, bagaimana proses produksi asi di dalam tubuh ibu? Asi termasuk keajaiban dari Tuhan Yang maha esa untuk umatnya. Asi menjadi makanan terbaik untuk bayi yang baru lahir. Didalam air susu ibu mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seorang bayi, tidak ada susu yang lebih baik dibandingkan air. Lalu bagaimana asi ini dibuat dan seperti apa mekanisme pengeluaran asi. Kita akan membahas semuanya dibawah ini.

Produksi Asi Dimulai Saat Ibu Hamil

Ketika wanita hamil tubuhnya sudah mulai mempersiapkan diri untuk mengeluarkan asi. Ketika hamil, anda pasti merasakan payudara yang semakin besar. hal ini dikarenakan kelenjar di payudara untuk memproduksi asi sudah berkembang. Proses ini sudah di mulai sejak trimester pertama kehamilan. Hormon kehamilan membuat saluran susu berkembang jumlah dan ukurannya.

Bagian putting payudara akan semakin besar dan menonjol. Aerola yang awalnya berwarna putih juga akan lebih gelap. Hal ini bertujuan supaya bayi tahu bagian mana yang harus dihisab. Di masa kehamilan, mulailah untuk merawat payudara anda. olesi dengan minyak-minyakan dan bersihkan secara rutin. Sehingga tidak mudah lecet saat menyusui.

Proses Produksi ASI Ketika Bayi Lahir

Ada asi yang sudah keluar saat hamil dan ada pula yang harus menunggu bayi lahir terlebih dahulu. Mekanisme pengeluaran asi ini membutuhkan waktu 48-96 jam setelah anda melahirkan. Saat plasenta keluar dari tubuh, hormon progesteron dan estrogen menurun. Kemudian kadar hormon prolaktin akan meningkat. Hormon ini berfungsi untuk merangsang tubuh memproduksi ASI

Hormon prolaktin akan mendorong kantung kecil tempat produksi asi atau disebut alveoli mengambil gula, protein, dan lemak dari darah ibu. Semua bahan itu digunakan untuk membuat asi. Jaringan yang mengelilingi alveoli akan memeras kelenjar dan mendorong air susu ibu keluar dari payudara. Isapan mulut bayi akan merangsang produksi asi lebih kencang. Di putting ibu, terdapat banyak darah. Saat dihisap bayi, saraf tersebut memberikan sinyal ke otak untuk melepaskan hormon prolaktin dan oksitasi dalam aliran darah.

Produksi Asi Membutuhkan Kerjasama Ibu, Bayi dan Lingkungan Sekitar

Menyusui tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan kerjasama antara ibu, bayi dan lingkungan sekitar. Ibu bisa mengkonsumsi makanan yang bergizi dan banyak minum untuk membuat asi semakin banyak serta berkualitas. Bayi harus mengisap putting sesering mungkin, minimal 2 jam sekali dan dilakukan pelekatan yang benar. Sehingga mampu merangsang hormon dengan cepat.

Lingkungan sekitar harus mendukung ibu. Ibu yang stress akan membuat proses produksi asi menurun. Bayi yang jarang mengisap putting juga bisa membuat produksi asi menurun. Anda bisa mengimbanginya dengan memompa asi. Karena produksi asi menggunakan sistem supplay dan demam. Proses mekanisme pengeluaran asi akan disesuaikan dengan kebutuhan.